Rabu, 04 Maret 2015

Pengertian Aurat

PENGERTIAN AURAT

Aurat secara bahasa berasal dari kata ‘araa , dari kata tersebut muncul derivasi kata bentukan baru dan makna baru pula. Bentuk ‘awira (menjadikan buta sebelah mata), ‘awwara (menyimpangkan, membelokkan dan memalingkan), a’wara (tampak lahir atau auratnya), al-‘awaar (cela atau aib), al-‘wwar (yang lemah, penakut), al-‘aura’ (kata-kata dan perbuatan buruk, keji dan kotor), sedangkan al-‘aurat adalah segala perkara yang dirasa malu.

Pendapat senada juga dinyatakan bahwa aurat adalah sesuatu yang terbuka, tidak tertutup, kemaluan, telanjang, aib dan cacat. Artinya aurat dipahami sebagai sesuatu yang oleh seseorang ditutupi karena merasa malu atau rendah diri jika sesuatu itu kelihatan atau diketahui orang lain.

Berdasarkan pada makna kata aurat adalah yang berarti segala sesuatu yang dapat menjadikan seseorang malu atau mendapatkan aib (cacat), entah perkataan, sikap ataupun tindakan, aurat sebagai bentuk dari satu kekurangan maka sudah seharusnya ditutupi dan tidak untuk dibuka atau dipertontonkan di muka umum.

Q.S. Al A'raf : 26

" …Dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang (karena pakaiannya tipis dan tembus pandang), menyimpang (dari kehormatannya) dan mengajak wanita lain untuk berbuat seperti dirinya, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapati aromanya, padahal aromanya bisa didapat dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda:

"Tidak diterima shalat seorang perempuan yang sudah haidh (maksudnya sudah baligh) kecuali dengan memakai khimar (kerudung yang menutup kepala)." (HR. Hadits shahih, diriwayatkan oleh imam Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Maka ayat dan kedua hadits di atas menunjukkan wajibnya seorang muslim maupun muslimah untuk menutup auratnya, dan bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengancam para wanita membuka auratnya dengan ancaman neraka. Dan sebagaimana sudah kita ketahui bersama, bahwasanya tidak syari'at ini memerintahkan sesuatu kecuali di sana ada maslahat, dan tidaklah melarang dari sesuatu kecuali karena di sana ada mafsadat (bahaya).

Bacaan Sholat Jenazah dan Artinya

Bacaan niat shalat  jenazah
Niat shalat jenazah, boleh dilafadzkan bagi yang suka, bagi yang tidak suka, cukup dalam hati saja.

اُصَلِّي علي هذا الَميّتِ ِلله تعالي


Ushallii 'alaa haadzal mayyiti lillaahi ta'aala

Aku niat menshalatkan mayyit ini, karena Allah Ta'aala

Lafadz 

هذا الَميّتِ /haadzal mayyiti

diganti dengan 

هذه الَميّتِة /haadzihil mayyitati

jika mayatnya perempuan. 

Bacaan setelah takbir pertama.
Setelah takbir pertama, bacaan yang dibaca adalah surat Al Fatihah. Menurut qoul ulama fiqih yang shahih, bacaan Fatihah dalam shalat jenazah tidak diawali dengan bacaan iftitah dan tidak disertai membaca surat pendek setelahnya, seperti halnya shalat pada umumnya. Namun disunatkan membaca ta'awwudz dahulu sebelum membaca Fatihah.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم


A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim

Aku berlindung dari syaitan yang terkutuk

Lalu selanjutnya membaca surat Al Fatihah.

Bacaan setelah takbir ke dua.
Bacaan setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi.

أللهم صَلِّ علي محمد وعلي ألِ محمد كما صَلَيْتَ علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم وبارِكْ علي محمد وعلي أل محمد كما باركت علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد


Allaahumma shalli 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima. Wa baarik 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima.  Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Bacaan setelah takbir  ke tiga
Setelah takbir ke tiga, membaca doa di bawah ini :


اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدخلَهُ واغْسِلْهُ بِماءٍ وثَلْج وبَرَدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما يُنَقَي الثَوبُ الأَبْيَضُ مِنِ الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأَهْلًا خَيْراً من أهلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً مِن زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وعَذَابَ النارِ


Allaahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'aafihi, wa'fu 'anhu, wa akrim nuzuulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia,  ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun  sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan isri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.


Bacaan setelah takbir ke empat
Setelah takbir ke empat, membaca doa di bawah ini :

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ


Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu, walaa taftinnaa ba'dah

Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.

Bacaan salam.
Setelah membaca doa takbir ke empat, bacala salam.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

"Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga untuk kalian semua"

Bacaan Sholat Jenazah dan Artinya

Bacaan niat shalat  jenazah
Niat shalat jenazah, boleh dilafadzkan bagi yang suka, bagi yang tidak suka, cukup dalam hati saja.

اُصَلِّي علي هذا الَميّتِ ِلله تعالي


Ushallii 'alaa haadzal mayyiti lillaahi ta'aala

Aku niat menshalatkan mayyit ini, karena Allah Ta'aala

Lafadz 

هذا الَميّتِ /haadzal mayyiti

diganti dengan 

هذه الَميّتِة /haadzihil mayyitati

jika mayatnya perempuan. 

Bacaan setelah takbir pertama.
Setelah takbir pertama, bacaan yang dibaca adalah surat Al Fatihah. Menurut qoul ulama fiqih yang shahih, bacaan Fatihah dalam shalat jenazah tidak diawali dengan bacaan iftitah dan tidak disertai membaca surat pendek setelahnya, seperti halnya shalat pada umumnya. Namun disunatkan membaca ta'awwudz dahulu sebelum membaca Fatihah.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم


A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim

Aku berlindung dari syaitan yang terkutuk

Lalu selanjutnya membaca surat Al Fatihah.

Bacaan setelah takbir ke dua.
Bacaan setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi.

أللهم صَلِّ علي محمد وعلي ألِ محمد كما صَلَيْتَ علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم وبارِكْ علي محمد وعلي أل محمد كما باركت علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد


Allaahumma shalli 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima. Wa baarik 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima.  Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Bacaan setelah takbir  ke tiga
Setelah takbir ke tiga, membaca doa di bawah ini :


اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدخلَهُ واغْسِلْهُ بِماءٍ وثَلْج وبَرَدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما يُنَقَي الثَوبُ الأَبْيَضُ مِنِ الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأَهْلًا خَيْراً من أهلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً مِن زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وعَذَابَ النارِ


Allaahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'aafihi, wa'fu 'anhu, wa akrim nuzuulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia,  ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun  sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan isri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.


Bacaan setelah takbir ke empat
Setelah takbir ke empat, membaca doa di bawah ini :

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ


Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu, walaa taftinnaa ba'dah

Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.

Bacaan salam.
Setelah membaca doa takbir ke empat, bacala salam.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

"Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga untuk kalian semua"

Gerakan sholat


Bacaan Sholat dan Artinya Lengkap

Bacaan takbiratul ihram.

الله اكبر
"Allaahu akbar"Artinya : "Allah Maha Besar"

Bacaan iftitah

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن
"Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal-ardha, haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘alaamiina. Laa syariika lahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiina.”

Artinya : "Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan bukannya aku termasuk dalam golongan musyrik. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, karena itu aku rela diperintah dan aku ini adalah golongan orang Islam."
 Untuk bacaan al Fatihah dan bacaan surat pendek, silahkan lihat saja di Al Quran.

Bacaan ruku

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

"Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih"Artinya : "Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji."

Bacaan i'tidal.

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
"Sami'allaahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu."Artinya : " Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian."

Bacaan sujud

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
"Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih"

Artinya : "Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji"

Bacaan duduk antara 2 sujud

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
"Rabbighfirlii warhamnii warfa'nii wajburnii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii"
Artinya : " Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah keampunan padaku."

Bacaan tasyahud awal

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

"Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma sholli ‘alaa Muhammad."Artinya : " Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Ya Allah aku bersumpah dan berjanji bahwa tiada ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan aku bersumpah dan berjanji sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan-Mu Ya Allah. Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad.

Bacaan tasyahud akhir dan doa

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وعلى آلِ مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ.

"Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid. Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal."
Artinya : " Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal."

Bacaan salam

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
"Assalaamu 'alaikum warahmatullaah."Artinya : "Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian."

Selasa, 03 Maret 2015

KEISTIMEWAAN DAN KEINDAHAN AGAMA ISLAM

KEISTIMEWAAN DAN KEINDAHAN AGAMA ISLAM

Agama islam merupakan agama penyempurna, sekaligus penghapus ajaran agama yahudi dan nasrani yang mana ajarannya hanya bersifat lokal (hanya berlaku untuk masyarakat di daerah tertentu). Islam merupakan agama yang bersifat universal, kemudian di sisi lain islam mempunyai keindahan bagi pemeluknya yang tidak ditemukan bagi orang ateis dan yang berlainan agama. Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah dan kemurniannya dijaga oleh Allah sampai hari kiamat sebagaiman yang difirmankan Allah dalam ayat al-Quran: “Inna nahnu nazzalna adz zikra wa inna lahu lahafidhun”. Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Al-Quran telah dijaga”. Dari ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa islam tidak akan hancur, rusak, kacau, dsb. Allah sendiri yang menjamin keselamatan agama ini, jika ada orang yang ingin menghancurkan agama ini, maka Allah akan tidak akan tinggal diam, dan Ia akan menjaga dengan cara memberikan seruan kepada manusia untuk menjaga dari orang-orang yang jahat.
Tidak seperti agama yang lain, islam masih terjaga dan murni berasal dari Allah yang notabenenya merupakan gama samawi. Sedang agama lain tidak lepas dari pengaruh budaya, dan campur tangan manusia. Sehingga keotentikan agama selain islam perlu ditanyakan. Sungguh sangat mengherankan jika ada orang muslim, tapi ia masih ragu terhadap apa yang ia yakini. Sesungguhnya, keraguan itu tidaklah berdasar, karena berdasarkan sejarah islam terus-menerus mengalami proses penjagaan, dari awal turunnya wahyu hingga, pembukuan mushaf, pembukuan kitab hadist hingga saat ini. Itu merupakan keindahan dari sisi sejarah, kemudian ada hal lain yang mungkin menarik untuk dicermati yaitu:
1) Agama Islam sebagai Kontrol Masyarakat
Salah satu ajara agama islam adalah akhlak yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, atau pun mengatur hubungan manusia dengan manusia. Bayangkan, jika agama islam tidak ada, maka adakah sesuatu yang dapat dijadikan manusia sebagai landasan dalam bertingkah laku?Apakah cukup, manusia berpedoman pada aturan yang hanya dibuat oleh manusia dan itu bersifat relatif? Tentunya, manusia membutuhkan aturan yang bersifat mutlak dan bersumber dari sang pencipta. Ketika yang membuat aturan adalah Sang Pencipta, maka dari segi keefektifannya cukup untuk mengawasi para manusia yang hidup di bumi, karena segi pembalasan amal tidak hanya di dunia, tetapi juga di akherat. Ketika ada seseorang melakukan perbuatan baik, tapi di dunia ia tidak mendapatkan balasan, maka balasan itu akan datang pada saat ia berada di akherat kelak. Kemudian jika ada seseorang yang melakukan perbuatan buruk, tapi di dunia tidak dihukum dengan balasan yang setimpal, maka di akherat ia tidak akan lepas dari hukuman yang berasal dari Allah.
2) Agama Islam adalah Agama Yang Mudah untuk Diamalkan
Tidak seperti agama lain, ketika akan menjalankan ritual, islam mengajarkan tata cara yang mudah, praktis, dan simpel. Misalnya jika dibandingkan agama Hindu, ketika akan menyembah dewa mereka diharuskan memberi sesajen yang beraneka ragam. Misal yang lain, ketika akan pergi keluar rumah diharuskan ada satu orang yang menjaga rumah. Bagi ajaran hindu tidak diperbolehkan meninggalkan rumah tanpa ada yang menjaga, dan itu merupakan inti dari keyakinan mereka.
Contoh lain misal agama islam dibandingkan dengan agama kristen. Ketika umat kristen akan bertaubat (menebus dosa), maka diwajibkan bagi mereka untuk membayar uang sebagai penebus dosa. Dan ketika kita mengamati para pendeta, biarawan, biarawati, suster, dan paus paulus mereka tidak diperbolehkan untuk menikah. Hidup mereka ditujukan hanya untuk mengabdi pada Tuhan mereka.
Islam tidak mengajarkan hal seperti itu sehingga apa yang tidak diperbolehkan oleh agama lain (tidak menikah, ketika bertaubat diharuskan membayar tebusan, memberi sesajen pada dewa, tidak diperbolehkan meninggalkan rumah jika tidak ada yang menjaga rumah, dll) diperbolehkan islam. Dan apa yang dilarang
oleh islam pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya, walaupun diperbolehkan oleh ajaran agama lain. Contoh yang diharamkan oleh agama islam tapi dibolehkan oleh agama selain islam yaitu babi, minuman keras, narkoba, binatang yang najis, dll. Hal itu diharamkan karena ada dalil yang melarang memakannya, kemudian dilihat dari sudut pandang kesehatan dapat merusak jiwa.
Contoh lain ritual agama islam yang mudah. Apabila seseorang tidak mampu shalat dengan berdiri (karena sakit, udzur, usia lanjut, dll), maka diperbolehkan untuk duduk, jika tidak mampu shalat dengan duduk maka diperbolehkan shalat dengan cara berbaring, jika tidak mampu lagi maka diperbolehkan shalat dengan menggunakan isyarat. Itu merupakan contoh-contoh ritual agama islam yang mudah untuk diamalkan, dan masih banyak contoh-contoh lain yang belum disebut.
3) Islam itu Mencakup Aspek Duniawi dan Ukhrawi
Apa yang dilakukan oleh manusia tidak akan ada yang sia-sia, baik itu perbuatan baik atau pun perbuatan buruk. Bagi yang melakukan perbuatan baik, maka akan diberi pahala, sedangkan yang melakukan keburukan akan diberi dosa. Semuanya akan dibalas oleh Allah sesuai apa yang ia perbuat, baik itu di dunia atau pun di akherat. Islam mengajarkan pentingnya beramal agar apa yang dilakukan seseorang bisa bermanfaat untuk mempersiapkan dikehidupan mendatang (akherat). Tidak seperti ajaran orang Barat, yang menyatakan bahwa kehidupan hanya di dunia, sedangkan setelah manusia meninggal tidak ada kehidupan lagi. Penadapat ini mengakibatkan orang-orang Barat enggan untuk melaksanakan perbuatan baik. Akibatnya banyak hidup mereka yang dihabiskan untuk berfoya-foya, dan apatis terhadap kehidupan disekelilingnya. Atau malah hidup mereka dari sisi rohani kering-kerontang, karena tidak punya pedoman untuk menjalani kehidupan yang singkat ini.
4) Islam Mengatur Seluruh Aspek Kehidupan Manusia
Dari hal sepele samapai hal yang prinsip, semua telah diatur oleh islam. Dari tata cara makan, tidur, bercanda
dsb semua telah diatur. Jika ada yang belum diatur karena mungkin faktor kemajuan teknologi, maka manusia diberikan wewenang untuk berijtihad dengan akalnya. Apabila ada hal yang belum tercantum dalam nash sebagai pedoman hidup, maka manusia sendiri yang akan mencari jawabannya. Kemudian jika ada anggapan bahwa ada beberapa hal yang belum diatur dalam islam, bukan berarti ajaran islam yang tidak lengkap, sebenarnya sudah ada landasannya, tapi masih bersifat global dan untuk memahaminya dibutuhkan proses penalaran manusia. Contohnya hukuman bagi koruptor. Dalam islam belum ada hukuman yang mengatur pemidanaan koruptor, yang ada dan hampir mirip dengan pidana korupsi adalah pidana pencurian. Karena dalam hukum pidana tidak diperbolehkan analogi, maka hukuman bagi koruptor adalah ta’zir yang merupakan hasil ijtihad manusia.
5) Islam Mengandung Ajaran Toleransi, Baik Sesama Muslim mau pun Bagi non Muslim
Islam merupakan agama yang disebarkan dengan cara damai, bukan dengan cara kekerasan. Maka dari itu dalam islam tidaka ada pemaksaan dalam beragama. Dalam sejarah, dari kepemimpinan Nabi Muhammad sampai Dinasti Abbasiyah tidak pernah terjadi pembantaian umat muslim kepada umat non muslim. Justru mereka dilindungi oleh umat islam. Banyak kalangan non muslim menganggap agama islam adalah agama kekerasan, teror, dll. Itu semua hanya opini dari media massa yang sudah tidak sesuai dengan apa yang diberitakan (sudah diubah-ubah sesuai keinginan wartawan) sehingga banyak orang yang terpengaruh dengan apa yang diberitakan oleh media. Padahal islam adalah agama yang menjunjung tinggi hak orang lain, selama orang lain tidak mengganggu/merusak/menghancurkan agama islam.
6) Islam bersifat universal
Islam selalu sesuai dengan perkembangan zaman, bukan ajaran agama islam yang bercampur dengan budaya yang ada disuatu tempat, namun budaya tersebut yang harus menyesuaikan dengan ajaran agama islam. Selama ini banyak kalangan yang menyatakan islam harus sesuai dengan budaya, sehingga mau tidak mau islamlah yang mengikuti budaya. Pendapat itu justru bertentangan dengan keuniversalan islam, justru jika islam mengikuti budaya berarti islam tidak cocok dibeberapa tempat, dan secara tidak langsung itu menyatakan islam bersifat temporal. Maka pola pikir seperti ini harus diubah, karena nantinya akan berpengaruh terhadapa pengambilan istinbath suatu hukum.
7) Islam Mencakup Aspek Ilmu dan Amal
Seseorang dikatakan sempurna agamanya jika ia tahu ajaran islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada yang berpendapat islam hanya ilmu atau amal saja, maka itu tidaklah benar. Islam hanya
berilmu tanpa amal seperti umat Yahudi, karena mereka tahu tapi tidak mau mengamalkan apa yang sudah mereka ketahui, sehingga mereka termasuk umat yang dimurkai Allah. Sedang beramal tanpa ilmu seperti umat Nasrani yang suka mengada-ada ajaran mereka, sehinggamemunculkan bida’ah-bid’ah dalam agama mereka yang membuat mereka sesat. Islam mengambil jalan tengah dengan cara memadukan dimensi ilmu dan amal.
Demikianlah beberapa keistimewaan dan keindahan agama Islam yang akan diraih oleh seorang hamba di dalam kehidupan dunia dan akhirat. Semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita semua agar selalu istiqomah dan konsekuen dalam memegang teguh ajaran agama Islam yang murni hingga akhir hayat. Dan semoga Allah membebaskan kita semua dari siksaan api Neraka, dan memasukkan kita ke dalam Surga-Nya yang hakiki nan abadi.
Amin Ya Rabbal Alamin

Minggu, 01 Maret 2015

Kelebihan dan Keistimewaan Bulan Syaaban

Kelebihan dan Keistimewaan Bulan Syaaban
BULAN Syaaban merupakan di antara bulan yang mulia dan mempunyai beberapa kelebihan dan keistimewaan tertentu. Padanya digalakkan untuk memperbanyakkan ibadat seperti mana di bulan Ramadan, Rejab, Muharam dan lain-lain bulan. Di samping itu juga bulan Syaaban ini adalah bulan untuk persediaan bagi menyambut ketibaan bulan Ramadan.
Bulan Syaaban mempunyai keistimewaan tersendiri dalam Islam seperti bulan lain yang turut mempunyai kelebihan sehingga menyebabkan kehadirannya sentiasa ditunggu oleh mereka yang suka beribadat sebagai salah satu jalan untuk mencari dan mendapat keredaan-Nya.
Syaaban adalah antara bulan paling dicintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan Baginda akan lebih banyak melakukan ibadat puasa pada bulan ini. Amalan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam patut dicontohi kerana selain memperbanyakkan amal kebajikan ia juga sebagai latihan rohani ke arah mempersiapkan diri menyambut kedatangan bulan Ramadan.
Keistemewaan bulan ini ialah seluruh amalan manusia diangkat untuk dihadapkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, maka sewajarnyalah sepanjang bulan ini diisikan dengan amal ibadah dan kebajikan.
Antara amalan yang digalakkan pada bulan Syaaban adalah memperbanyak melakukan puasa sunat, bertaubat dan beristighfar kerana sebagai manusia kita sudah pasti tidak akan terlepas daripada melakukan dosa. Bagaimanapun sebenar-benar taubat itu ialah taubat nasuha. Taubat nasuha akan berjaya dilakukan apabila kita menepati syaratnya. Jika dosa itu antara manusia dengan Allah, hendaklah dia meninggalkan dosa atau maksiat itu, menyesali perbuatan maksiatnya serta berjanji untuk tidak akan mengulanginya.
Jika dosa itu berkaitan dengan hak orang lain, hendaklah memohon maaf daripada orang berkenaan, memperbanyak zikir dan berdoa. Zikir ialah ucapan dilakukan dengan lidah atau mengingatinya serta dengan hati yang ikhlas dan mengagungkan Allah. Ini bersesuaian dengan janji Allah bahawa orang yang beriman itu tenang hati mereka dengan zikrullah kerana berzikir (mengingati Allah) itu mententeramkan hati manusia.
Selain itu banyak lagi amal kebajikan yang boleh dilaksanakan pada bulan Syaaban sebagai persiapan menyambut kedatangan Ramadan seperti memperbanyakkan selawat ke atas junjungan Besar Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, bersembahyang sunat terutama pada waktu malam dan bersedekah. Maka rebutlah peluang dan kelebihan yang ada pada bulan Syaaban ini untuk mempertingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah ditanya, mengapa Baginda melebihkan berpuasa sunat pada bulan Syaaban berbanding bulan lain? Baginda bersabda yang bermaksud:
“Bulan itu (Syaaban) yang berada antara Rejab dan Ramadan adalah bulan yang dilupakan manusia dan ia bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka supaya amal ibadahku diangkat ketika aku berpuasa.”
(Hadis riwayat Imam an-Nasaie).
Sementara itu, kelebihan malam Nisfu Syaaban disebut dalam hadis sahih daripada Mu’az bin Jabal, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud :
“Allah menjenguk datang kepada semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaaban, maka diampunkan dosa sekalian makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.”
(Hadis riwayat Imam Ibnu Majah, at-Thabarani dan Ibnu Hibban).
Malam Nisfu Syaaban juga adalah antara malam yang dikabulkan doa. Memetik pendapat Imam asy-Syafi’e dalam kitabnya al-Umm: “Telah sampai pada kami bahawa dikatakan sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam iaitu malam Jumaat, malam Hari Raya Aidiladha, malam Hari Raya Adilfitri, malam pertama pada bulan Rejab dan malam Nisfu Syaaban.”
Kita boleh menghidupkan malam Nisfu Syaaban dengan memperbanyakkan beribadat seperti sembahyang sunat, berdoa, berzikir dan membaca Al-Qur’an. Kesimpulannya, amalan berterusan ini membuatkan kita lebih bersedia untuk beramal serta menyambut kedatangan Ramadan dengan hati yang bersih dan jiwa yang suci, natijahnya insya-Allah akan mengundang ke arah kecemerlangan hidup.